Perserikatan Bangsa-bangsa


Sejarah Terbentuknya PBB


Dunia terbagi atas beberapa benua, yaitu benua Asia, Eropa, Afrika, Amerika dan Australia. Berbagai macam bangsa dan nergara terdapat di dunia ini, salah satunya  adalah bangsa Indonesia dan Negara Republik Indonesia. Dalam pergaulan sehari-hari antar bangsa itu tidak selalu berjalan dengan baik. Adakalanya, mereka berselisih sehingga timbul kerusuhan bahkan perang. Hal itu biasa terjadi dalam kehidupan manusia. Namun apabila perselisihan itu juga menjalar ke bangsa lain tentu akan mempengaruhi ketertiban dan keamanan bangsa-bangsa disekitar atau tetangganya. Apabila kedua belah pihak merasa benar sendiri tentu sulit melerainya. Apalagi kalau salah satu pihak yang berselisih itu merasa lebih kuat, pantang baginya untuk mengalah.

Pada abad ke-20 terjadi dua kali perselisihan yang hebat di antara bangsa-bangsa di dunia ini. Perselisihan itu telah menimbulkan perang besar yang disebut perang dunia. Dalam perang itu terlibat banyak bangsa dan Negara. Perang Dunia I terjadi tahun 1914-1918 dan perang dunia II terjadi tahun 1939-1945. Penderitaan yang dialami manusia dan lingkungannya akibat peperangan berat sekali. Seluruh dunia dicekam oleh kecemasan. Pada waktu itu, banyak yang menyadari bahwa dunia memerlukan suatu organisasi atau lembaga yang dapat mengatur ketertiban dan keamanan dunia. Hapir semua orang di dunia menginginkan suatu kehidupan yang damai dan penuh kasih sayang. Dalam suasana kecemasan itu, Presiden Amerika Serikat, F.D. Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill berusaha untuk menghindarkan perang dan memelihara perdamaian. Mereka berusaha mengadakan pertemuan antarbangsa. Pertemuan itu menghasilkan piagam Atlantik (Atlantic Charter). Piagam itu menjadi pedoman bagi seluruh bangsa untuk hidup berdampingan secara damai. Menjelang akhir perang dunia II diadakan konferensi di San Fransisco, Amerika Serikat. Konferensi dihadiri oleh 50 negara.  Konferensi menyetujui pembentukan suatu organisasi yang anggotanya terdiri dari semua bangsa di dunia. Organisasi itu disebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Setelah Perang Dunia II berakhir, pada tanggal 24 Oktober 1945 ditandatanganilah Piagam PBB oleh 50 negara. Dengan demikian, lahirlah organisasi bangsa-bangsa sedunia, yang dalam bahasa Indonesia disebut Perserikatan Bangsa-Bangsa. Oleh karena itu, tanggal 24 Oktober diresmikan sebagai hari PBB. Markas besar PBB berada di kota New York, Amerika Serikat.

Tidak Semua Negara dapat menjadi anggota PBB. Ia harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1.      Negara merdeka

2.      Negara yang cinta damai

3.      Negara yang sanggup menyelenggarakan Piagam PBB

4.      Mendapat persetujuan dari Dewam Keamanan PBB dan selanjutnya oleh Majelis Umum PBB

Oleh karena memenuhi syarat-syarat tersebut, pada tanggal 27 september 1950. Indonesia diterima menjadi anggota PBB yang ke-60. Dengan diterimanya Indonesia menjadi anggota PBB, Indonesia telah mendapat kedudukan yang sejajar dengan Negara-negara lain. Sejak itu, Indonesia berhak turut campur dalam,memecahkan permasalahan dunia. Hal itu sesuai dengan isi Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan Indonesia ikut menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.


Tujuan Dan Organisasi PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tujuan, yaitu sebagai berikut :

1.      Menjamin perdamaian dan keamanan internasional

2.      Mengembangkan hubungan persahabatan antarbangsa

3.      Mengadakan kerja sama internasional dalam menyelesaikan masalah ekonomi, sosila, kebudayaan dan kemanusiaan

4.      Menjunjung tinggi hak manusia dengan jalan tidak membeda-bedakan jenis kelamin, agama dan bangsa.

5.      Menjadikan PBB sebagai pusat kegiatan bangsa-bangsa dalam mencapai tujuan bersama


Untuk melaksanakan tugasnya, PBB mempunyai enam lembaga, yaitu :

1.      Majelis Umum

2.      Dewan Keamanan

3.      Dewan Ekonomi dan Sosial

4.      Mahkamah Internasional

5.      Dewan Perwakilan

6.      Sekretariat

2 Responses to "Perserikatan Bangsa-bangsa"