CERITA SEMUT BAIK HATI


Suatu hari dikerajaan semut diadakan sebuah sayembara yang  isinya “ barang siapa yang bisa menemukan madu dari tawon merah dia laki-laki akan dinikahkan dengan putri semut dan apabila perempuan akan dijadikan anak angkat raja semut”. Sayembara itu diadakan karena putri semut sedang sakit yang hanya bisa diobati dengan meminum madu dari tawon merah, tetapi dari semua rakyat semut, tidak ada yang berani untuk menjadi pencari madu tersebut karena tawon merah merupakan tawon yang berbahaya seribu pendekar semut pun belum tentu mengalahkan tawon tersebut.  Akan tetapi dari segerombolan semut yang melihat sayembara itu, mereka tertawa saat Pito mengangkat tangannya untuk menjadi pencari madu tawon merah, mereka terawa karena Pito hanya seorang anak yang kesehariannya sebagai budak para semut, kedua orang  tuanya pergi jauh entah kemana. Akan tetapi, Pito tetap bersikeras untuk menjadi pencari madu tersebut, akhirnya pengawal kerajaan mempersilahkan Pito untuk mencari madu tersebut. Pito terus berjalan menuju kebarat melewati sungai yang sangat besar, ia berpikir bagaimana caranya melewati sungai yang sebesar ini.tiba-tiba ada seekor kura-kura lewat “ hei kura-kura, bisakah engkau membantu aku” ujar Pito.”bantu apa, mut?” jawabnya.” Aku mau menyeberang sungai ini?”kata Pito.” Tentu saja, naiklah kepunggungku dan kita menyeberang sungai ini” ujar kura-kura. Akan tetapi, ditengah sungai mereka bertemu buaya yang sangat besar. Merekapun langsung memutar arah kembali ke pinggir sungai lagi buaya itu terus mengejar. Pitopun langsung meloncat menuju kepunggung buaya masuk ketelinga buaya dan menggigitnya, buayapun meronta-ronta kesakitan dan terus berguling-guling, akhirnya pito keluar dari telinga buaya dan buaya pun pergi jauh.” Terimakasih,mut, atas bantuanmu tadi, mungkin jika tidak ada engkau aku sudah mati” ujar kura-kura. “ jangan begitu, sesama teman harus saling membantu” jawabnya. Akhirnya mereka berdua menyeberangi sungai dengan aman.” Terimakasih kura-kura” ujar pito. “ sama-sama”jawabnya. Pitopun berjalan terus menuju kebarat melewati hutan apel, karena hutan itu sedang masa panen, maka banyak buah apel yang berjatuhan. Semut Pito menjadi bingung “bagaimana bisa aku melewati hutan apel ini, bisa-bisa buah apel ini akan jatuh ke tubuhku” pikirnya. Tanpa disadari ada seekor kelinci dibelakangnya “hei, semut sedang apa kau?” ujar kelinci. Pito pun menoleh, kelinci kaget “hei, kamu Pito kan ?” tanya kelinci. Pito bingung, “siapa kau, kok kenal aku?”ujar Pito. “hei, aku rabit yang kamu tolong dulu dari singa, masa kamu lupa?” tegas rabit.”ohhhh,kamu rabit ya!” jawabnya. “kenapa kamu disini” tanya rabit.”aku mau melewati hutan ini untuk mengambil madu tawon merah” jawab Pito.”aku bisa bantu kamu, naik ke punggungku dan kita melewati terowongan yang aku buat untuk melewati hutan ini!”terang rabit.”baik,rabit”kata Pito. Rabit pun berlari dengan cepat menuju terowongan keluar dari hutan apel,setelah beberapa menit akhirnya mereka berhasil melewati hutan apel.” Terima kasih rabit” ucap Pito.”sama-sama” jawab rabit.”oh iya, kamu tahu gak sarang tawon merah,dimana?” tanya Pito.”itu diatas pohon besar,. . .? jawab rabit.” Wahhhh, tinggi sekali pohon ini, kalau memanjat butuh waktu sejam ?” ujar Pito.”jangan menyerah aku akan mendukungmu pito, tetap semangat” ujar Rabit.” Betul kamu rabit” jawabnya. Pitopun terus memanjat pohon itu dengan semangat, dan akhirnya Pito sampai di puncak pohon besar, tetapi ada penjaga sarang tawon merah yang cukup banyak. Pito pun gemetar, tetapi dengan semangatnya Pito pun bertemu dengan penjaga sarang tawon itu.” Hei semut kecil, mau apa kau? Ujar penjaga.” Saya mau meminta madu kalian” jawabnya. “hahaha mau minta madu, bermimpi kau? lawan dulu kami baru ambil madu kami” kata penjaga. Tanpa disangka ratu tawon merah melihat pembicaraan mereka. “stop, ada ini?” bentak ratu. Tanpa disangka.”kamu Pito yaaa?” ujar ratu.”maaf ratu, saya tidak bermaksud menanyakan ini, anda kenal nama saya dari siapa?” ujar Pito. “ kamu yang telah menyelamatkanku dari sarang laba-laba, apa kamu lupa?” tegas ratu. “ oh,itu?” ujar Pito.”haaah, jadi yang menyelamatkan ratu, semut ini,ya ? Maafkan kami semut telah membentakmu” ujar penjaga.” Tidak masalah” kata Pito.”kamu kesini mau mencari madu kami ya” ujar ratu.”benar ratu,saya butuh madu tersebut untuk memberikannya pada putri semut yang sakit” jawabnya.”baik aku akan memberikan madu tersebut padamu” ujar ratu. Akhirnya Pito mendapat madu tersebut dan kembali ke kerajaan semut, setelah sampai di istana kerajaan, Pito pun memberikan madu tersebut kepada raja semut, putripun meminum madu tersebut dan akhirnya sembuh. Rajapun bertemu dengan Pito,tetapi dia ingin menguji Pito.” hei, Pito kau tidak pantas menjadi menantuku karena kau tidak punya apa-apa meskipun kau telah menyelamatkan putriku” tegas Raja. Pito pun sedih, tetapi tetap tegar “ saya tidak menjadi menantumu juga tidak apa-apa, saya hanya ingin menyelamatkan putrimu dari penyakitnya” ujar Pito. “Pito, kau memang pantas menjadi calon menantuku dan berhak menikahi putriku, karena kau memang berhati mulia dan mempunyai sifat yang tabah dan sabar” ujar Raja. Akhirnya Pito pun menikah dengan putri raja semut, dan disambut dengan meriah oleh rakyat semut.
SELESAI

0 Response to "CERITA SEMUT BAIK HATI"

Post a Comment